Kerajaan Allah sesungguhnya merupakan inti dari keseluruhan berita Injil bahkan kitab-kitab dari zaman Perjanjian Lama. Dalam setiap pengajaran yang disampaikan oleh Tuhan Yesus, kerajaan Allah menjadi tema yang utama. Dan uniknya hal ini sering disampaikan melalui perumpamaan-perumpamaan seperti dalam Mat. 13:24;31. Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kerajaan Allah?
Mari melihat seruan Yohanes Pembabtis dalam Matius 3:2 “bertobatlah sebab kerajaan Sorga sudah dekat”. Kerajaan Sorga merupakan istilah lain yang dipakai untuk menunjuk kerajaan Allah yang kemudian akan sering dipergunakan oleh Tuhan Yesus dalam pengajaran-pengajaran yang disampaikan-Nya. Seruan Yohanes ini kemudian disusul dengan pernyataannya tentang Seorang yang akan datang yang membuka kasut-Nya pun dirinya tidak layak (Mat.3:11). Inilah deskripsi Yohanes tentang Orang tersebut: membaptis dengan Roh Kudus, memiliki alat penampi ditangan-Nya, akan membersihkan tempat pengirikan-Nya, akan mengumpulkan gandum kedalam lumbung-Nya dan memisahkannya dengan debu dan jerami dimana debu dan jerami tersebut akan dibuang kedalam api. Semua deskripsi ini merujuk kepada penghakiman dimana Orang yang ditunjuk tersebut akan bertindak sebagai Hakim
Tepat setelah Yohanes memberikan deskripsi ini, Yesus datang dan memberi diri-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes sebagai “penggenapan seluruh kehendak Allah” (Mat.3:8) Dengan kata lain bahwa yang dimaksud Yohanes tentang kerajaan Allah tersebut adalah kedatangan Yesus sendiri kedalam dunia sebagai inkarnasi Allah dengan sebuah misi penyelamatan, yaitu penyelamatan orang pilihan yang percaya kepada-Nya.
Tidak lama setelah peristiwa pembabtisan tersebut, Yesus dibawa oleh Roh Kudus untuk dicobai di padang gurun. dan setelah itu, Tuhan Yesus mulai mengajar dengan seruan pertama: “bertobatlah, sebab kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat.4:17). Mengapa Tuhan Yesus menyerukan hal yang sama dengan apa yang diserukan oleh Yohanes Pembabtis sebelumnya? Bukankah seharusnya Yesus berkata “bertobatlah sebab kerajaan Sorga sudah datang” karena seperti yang diutarakan sebelumnya bahwa yang dimaksud Yohanes dengan kerajaan Sorga tersebut adalah kedatangan Yesus sebagai Allah yang berinkarnasi. Disinilah kemudian ditemukan pemahaman bahwa sesungguhnya kerajaan Allah tersebut sudah datang namun belum dalam kesempurnaan atau kepenuhannya (already but not yet). Kedatangan Yesus yang pertama kali (lahir dibetlehem, mengalami penyaliban dan kemudian terangkat ke surga) sesungguhnya merupakan proklamasi bahwa manusia (baca: orang percaya) tidak lagi berada dalam perbudakan dosa dan bahwa setiap orang yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat telah memasuki sistem pemerintahan spiritual dimana Tuhan menjadi Raja dan orang percaya hidup dengan mengikuti nilai-nilai yang telah dituliskan sesuai firman-Nya. Namun demikian pemerintahan ini masih belum secara sempurna berlangsung karena langit dan bumi yang baru itu masih belum datang dan hidup orang percaya masih berlangsung ditengah dunia yang jahat ini. Dalam Yoh.17 Yesus meminta kepada Bapa supaya orang percaya dipeliharakan karena mereka masih berada dalam dunia. Demikian juga dalam suratnya kepada orang Roma, rasul Paulus memerintahkan agar setiap orang tunduk kepada tiap-tiap pemerintahan karena pemerintahan tersebut berasal dari Allah dan ditetapkan oleh Allah (Rm. 13:1). Oleh sebab itu maka sesungguhnya pada waktu sekarang ini orang percaya mengalami kerajaan Allah dalam pengertian seperti yang dtuliskan oleh rasul Petrus :” Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (I Petrus 2:9).
Yang menjadi pertanyaan adalah kapankah kerajaan Allah itu datang dengan segala kepenuhan dan kesempurnaannya? Pertanyaan ini sesungguhnya sama dengan pertanyaan kapankah Yesus datang untuk kedua kalinya, karena secara jelas kesudahan dari segala sesuatu akan tiba pada saat Anak Manusia yaitu Yesus sendiri akan datang dari awan-awan (Mat. 24:36; Mark. 13:26; 14:62; Why. 1:7). Hal ini berarti bahwa kerajaan Allah dalam bentuknya yang sempurna akan terwujud bersamaan dengan kedatangan Yesus yang kedua kalinya (second coming of Christ). Saat itu maka segala sesuatu akan diperbaharui: langit dan bumi yang baru, tubuh yang baru, pemerintahan yang baru dimana pemerintahan Allah dengan Kristus sebagai Raja akan menggantikan pemerintahan dunia (consummation). Inilah surga dimana didalamnya tidak ada lagi air mata, kesedihan, penderitaan dan sakit penyakit. Yang ada hanyalah sukacita dan sorak sorai, pujian dan penyembahan kepada Allah. Dan tentang hal ini rasul Paulus berkata dalam Roma 8:19: “Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan” dan masa penantian ini dirasakan sebagai “ sakit bersalin” (ay.22) dimana hal ini tidak saja dirasakan oleh orang percaya, namun juga oleh seluruh makhluk ciptaan Tuhan (Rm 8:21-23)


